Senin, 03 Desember 2018

Manajemen Pendidikan di Era Reformasi









Salah satu perubahan mendasar yang telahdigulirkan oleh pemerintah untuk menanggapiera globalisasi dan informasi dan membawa dampak pada manajemen pendidikan adalah berubahnya manajemen berbasis pusat menjadimanajemen berbasis daerah. Secara resmi,perubahan manajemen ini telah diwujudkandalam bentuk “Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah” yang kemudian diikutipedoman pelaksanaannya berupa “Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 25 Tahun2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonomi.Konsekuensi logis dari Undang-Undang danPeraturan Pemerintah tersebut adalah bahwa manajemen pendidikan harus disesuaikan dengan jiwa dan semangat otonomi. Karena itu,manajemen pendidikan berbasis pusat yang selama ini telah dipraktikkan perlu diubah menjadi manajemen pendidikan berbasis sekolah.Manajemen berbasis sekolah yang sudah berhasil mengangkat kondisi pendidikan dan memecahkan masalah pendidikan di beberapa negara maju seperti Australia dan Amerika tentunya harus ditangkap menjadi satu peluang untuk menyajikan pendidikan yang berkualitasdalam pembentukan SDM. Manajemen pendidikan harus mampu menerjemahkan perubahan itu ke dalam kebijakan-kebijakanstrategis bagi lembaganya.Manajemen pendidikan adalah aplikasiprinsip, konsep dan teori manajemen dalamaktivitas pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. Di berbagai organisasi selalu menjalankan fungsi manajemenyang seharusnya dilaksanakan yaitu “Planning,Organizing, Actuating , danControlling”. Fungsi-fungsi tersebut tidak jauh berbeda di dalam manajemen pendidikan. Yang membedakan manajemen pendidikan dengan manajemen lainnya adalah komponen di dalamnya.Komponen manajemen pendidikan antara lain meliputi proses pembelajaran, sumber daya manusia, siswa, steakholder, fasilitas,pembiayaan, School public relation, dsb.Ada beberapa teori manajemen yang dapat menjadi panduan pembenahan manajemen pendidikan. Jika kita berpendapat bahwa pendidikan adalah suatu industri, maka langkah selanjutnya berpikir bagaimana mengembangkan industri itu untuk terus bertumbuh. Maka dalam bingkai pemikiran ini kita memerlukan panduanyang sesuai. Manajemen Mutu Terpadu atau lebihdikenal dengan Total Quality Management dapatdijadikan “guiding philosophy” yang tentunya ditarik ke dunia pendidikan. Malcolm Baldrige Quality Program dapat menjadi salah satu panduan dalam menentukan hal-hal apa sajayang perlu dikelola dengan benar dan harus diperhatikan untuk menjadi sekolah yang bermutu. Balanced Scorecard dapat membantu menyediakan informasi akutansi manajemen strategis yang dapat menuntun dalam mengambil keputusan agar konsisten dengan strategi lembaga.


Peluang yang tersedia dalam mengelolapendidikan merupakan suatu tantangan bagilembaga pendidikan. Peluang tersebut tentunyatidak disia-siakan oleh lembaga pendidikan dansegera mengambil perannya untuk menghadapi tantangan ke depan. Tantangan yang dihadapi membuat lembaga pendidikan selalu berpikir danberjuang mempertahankan eksistensinya. Setiaplembaga pendidikan harus melakukan pembenahan dengan mendasari pada komitmenyang tinggi untuk menentukan langkah-langkahstrategis, dan berkiprah pada situasi international.Beberapa komitmen itu antara lain : (1)menekankan pada standar kendali mutu dengan menetapkan strategi-strategi dalam mencapaitarget yang telah ditetapkan dan konsisten melakukan perbaikan berkelanjutan, (2)memberdayakan seluruh sumber yang ada baik sumber daya manusia maupun sumber dana yanglain, (3) meningkatkan profesionalitas kerja, (4)mengadakan evaluasi yang berkesinambungan baik evaluasi formatif maupun evaluasi sumatif,(5) mengadakan penelitian dan pengkajian dalam pengembangan program, (6) mengikuti dinamika perubahan zamannya dan selalu melakukan inovasi-inovasi dalam segala bidang. Komitmen-komitmen tersebut tentunya framework pengelolaan pendidikan Selanjutnya komitmen-komitmen di atas jugamenjadi dasar untuk menentukan langkah dalampengelolaan pendidikan. Langkah-langkah itumeliputi : (1) menganalisis fungsi dan peranlembaga pendidikan, (2) menetapkan visi danmisi, (3) mencari kesenjangan yang muncul antaraapa yang telah dihasilkan dengan kebutuhan danharapan masyarakat, (4)mengevaluasi responmasyarakat terhadap layanan pendidikan yangdiberikan, (5)mencermati dan menganalisaperkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,(6)menyikapi problem yang dihadapi masyarakatuntuk mencarikan solusi lewat kegiatanakademis, (7) menganalisis kebutuhankompetensi SDM masa depan, (8)mengaturstrategi dan kegiatan preventif dalammenghadapi persoalan masa depan,(9)menganalisis dan memberdayagunakan pihak-pihak terkait dalam perencanaan, proses, hasil dan feedback , (10). menentukan strategipencapaian tujuan.



















https://www.scribd.com/document/77632288/Artikel-1-Manajemen-Pendidikan-Di-Era-Reformasi

22 komentar:

  1. Sangat membantu. Ditunggu artikel berikutnya

    BalasHapus
  2. makasih atas artikelnya sangat membantu

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. Terima kasih buat informasinya sis, infrmsi Ini sngat bermanfaat, ��

    BalasHapus
  7. Artikelnya sangat bagus dan bermanfaat

    BalasHapus

Ekonomi Pendidikan

A. Pendidikan Sebagai Investasi             Pendidikan merupakan barang investasi (invesment goods) yang berarti sejumlah pengeluaran ...